Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

BEM Seluruh Indonesia Siang Ini Akan Gelar Aksi di Depan Istana Negara

Senin, 21 Oktober 2019

BEM SI kembali menggelar aksi di depan Istana Negara hari ini. (Foto:CNNIndonesia)

JAKARTA-Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Senin siang berencana untuk kembali menggelar aksi di depan Istana Negara .

"Benar (akan ada aksi BEM SI)," kata Koordinator Aliansi BEM SI, Muhammad Nurdiansyah, Senin (21/10/2019).

Nurdiansyah juga membenarkan selebaran agenda yang tersebar di media sosial. Selebaran itu berisikan tagline #kawaldariawal yang diusung oleh BEM SI dalam Seruan Aksi Nasional kali ini.

Dalam selebaran tersebut tertulis aksi akan dimulai pukul 13.00 WIB sampai selesai. Adapun titik kumpul yang disampaikan ialah di Patung Kuda, Jakarta Pusat, dan titik aksi di Istana Negara.

Saat dikonfirmasi, Nurdiansyah tidak menjelaskan lebih lanjut maksud dari aksi yang rencananya dilakukan hari ini.

Beberapa waktu terakhir, BEM SI kerap melakukan aksi mengenai isu UU KPK. Dalam aksi di depan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, pada Kamis (17/10), mereka mendesak presiden mengeluarkan Perppu KPK.

Koordinator aksi BEM SI, Erfan Kurniawan mengatakan, semula BEM SI memperkirakan jumlah peserta aksi 1.000 mahasiswa. Namun, jumlah yang hadir kemungkinan berkurang karena diadang aparat keamanan di sekitar kampus.

"Hari ini kami kecewa karena pihak kepolisian ini banyak menahan massa kami di kampus masing-masing," kata Erfan kepada wartawan di depan patung kuda Arjuna Wiwaha.

Terkait dengan tuntutan agar presiden mengeluarkan Perppu, Erfan mengatakan telah menyiapkan surat audiensi untuk melakukan dialog terbuka dengan presiden pada tanggal 21 Oktober.

Mahasiswa ingin berdiskusi dengan orang nomor satu di Indonesia secara terbuka untuk memberikan evaluasi terhadap kinerja presiden dan Nawacita selama satu periode sebelumnya.

Ditegaskan, aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa murni untuk membahas hal substantif, yakni mengenai UU KPK hasil revisi. Dia menepis tudingan yang mengatakan unjuk rasa bertujuan menggagalkan pelantikan presiden. "Kami tidak mau ada klaim kalau mahasiswa menghambat pelantikan presiden. Aksi itu terkait dengan substansi, bukan menghambat pelantikan presiden," katanya. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus