Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Fauzi Bahar: Subuh Waktunya Allah Memberikan Rezki

Sabtu, 27 April 2013


PADANG-Walikota Padang, H Fauzi Bahar mengatakan, subuh merupakan waktu paling diistimewakan Allah. Karena pada waktu subuh, Allah memberikan rezki kepada seluruh hambanya. Makanya, sabagai umat harus bangun subuh untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Karena pahalanya sangat besar dibanding salat wajib lainnya.

"Salah subuh adalah salat yang paling diistimewakan Allah. Mari bersama kita menjalankan perintah Allah dengan menjalan salat subuh," kata H. Fauzi Bahar dihadapan jamaah Surau Tarok Simpang Tui, Kelurahan Kuranji dalam program Subuh Barokah, Sabtu (27/4) pagi.

Menurut Fauzi Bahar, waktu subuh lebih baik dari bumi dan segala isinya. Pada waktu subuh, Allah akan membagi-bagikan rezki kepada hambanya, tapi sebagian hambanya tidak memperhatikan waktu subuh. Menurutnya, Waktu subuh adalah waktu paling mulia, tenang dan damai serta menyenangkan. Karena pada waktu subuh, orang-orang tak pernah terdengar bertengkar, berkelahi, demontrasi dan sebagainya. Begitulah cara Allah menjaga waktu subuh.

"Makanya, saya berharap seluruh warga Kota Padang untuk dapat melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid atau di surau di lingkungan tinggalnya masing-masing. Orang yang selalu bangun subuh, badannya akan terasa segar dan nyaman. Karena telah mengirup udara segar subuh," katanya.

Dikatakan, di luar negeri sekarang sering terjadi perang saudara, musim kemarau panjang, bencana gunung meletus, tanah longsor ataupun banjir bandang. "Namun di Kota Padang, Alhamdulillah sekali dua hari hujan, bahkan hujan sring turun malam hari, sehingga tidak menganggu aktivitas kita. Ini adalah keberkahan," ujar Fauzi Bahar.

Artinya, Allah tak pernah membenci hambanya, Allah tetap memberikan kehidupan kepada kita semua. Makanya, mari bersyukur dan terus memanjatkan doa. Orang tak pernah meminta kepada Allah, itulah orang yang paling sombong hidup diatas muka bumi Allah.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Subuh Barokah Surau Tarok Kuranji, Kamaruddin mengatakan, surau di zaman penjajahan sering digunakan sebagai tempat musyawarah, basis pertahanan dan tempat menyusun strageti perlawanan kepada penjajahan Belanda.

Surau Tarok yang telah berumur lebih kurang 142 tahun, menjadi bukti nyata yang kita lihat sekarang. Tonggaknya yang lurus menggambarkan semangat nenek moyang dan orang tua kita terdahulu untuk membangun tempat ibadah untuk menegakan sariat Islam," kata Kamaruddin. (taf)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus