Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Harga Turun, Petani Karet Bengkalis Tahan Hasil Panen

Jumat, 26 April 2013


BENGKALIS-Sejumlah petani di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis terpaksa menyimpan sementara karet mereka di gudang, menyusul masih murahnya harga karet yang mencapai Rp7.000 per kg. Padahal, biasanya harga jual karet sebesar Rp12.000 sampai Rp13.000 per kg.

"Untuk apa dijual, karena harga masih murah. Lebih baik disimpan dulu di gudang untuk sementara waktu. Kalau harganya sudah naik. nanti baru dipasarkan kembali," kata Wasdin, petani karet Kecamatan Bantan, Bengkalis dihubungi Kamis (25/4).

Dikatakan, harga karet belum juga naik dan masih tetap bertahan sebesar Rp7.000 per kg. Padahal di daerah lain seperti Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara harganya sudah mencapai Rp12.000 per kg. Kondisi inilah yang membingunkan petani karet di Bengkalis. Sebab harga karet bisa turun drastis menjadi Rp7.000 per kg dari sebelumnya Rp11.000/kg.

Padahal, ketika dijual di pasaran dengan harga Rp11.000 per kg saja, petani masih mengalami masalah untuk membeli sembako, apalagi kalau sampai harganya Rp7.000.

Petani dan buruh penoreh getah menduga, harga karet dipermainkan tengkulak pada tingkat pengumpul yang beberapa wktu tarakhir tampak enggan datang membeli langsung tanpa alasan yang jelas.

Menurut Wasdin, karena harga masih rendah untuk beberapa waktu disimpan dalam gudang atau tempat lebih aman dan buruh penoreh getah disuruh istirahat. Pendapat serupa juga disampaikan Parkin dan Desnibar, petani karet Kecamatan Bantan.

Sebelumnya, buruh penoreh getah setiap hari bekerja. Namun sejak harga karet turun, mereka terpaksa berhenti sejenak. Akibat harga karet terus turun membuat buruh penoreh getah terpaksa dirumahkan sementara dan mereka harus mencari pekerjaan tambahan sebagai kuli angkut di pelabuhan Bengkalis.

Terhadap kondisi ini, Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh mengaku prihatin terhadap petani karet dan buruh penoreh getah karena harga terus turun. Menurutnya, keluhan para petani tersebut sudah disampaikan kepada pihak berwenang di Jakarta dan meminta agar harga karet kembali stabil. (anr/lin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Selasa, 12 November 2019 - 07:57:10 WIB
      Selasa, 12 November 2019 - 07:31:56 WIB
      Senin, 11 November 2019 - 17:13:35 WIB
      Senin, 11 November 2019 - 17:12:42 WIB
      Senin, 11 November 2019 - 14:13:59 WIB


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus