Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Ketagihan Setubuhi Pacar, Awalnya Untuk Buktikan Serius

Sabtu, 27 April 2013


DUMAI-Kemajuan terknologi telah mempengaruhi moral generasi muda bangsa. Prilaku menyimpang mulai dari pergaulan bebas, narkoba dan berbagai tindak kejahatan lainnya makin hari makin meningkat akibat pengaruh terknologi tersebut. Untuk meminimalisir degradasi moral generasi muda bangsa, dibutuhkan peran orangtua dalam mengawasi dan mengajarkan faham agama kepada anak-anaknya.

Karena kalau nilai agama tersebut tidak ditanamkan dalam keluarga, maka perilaku menyimpang dan melanggar norma serta hukum yang dilakukan generasi muda akan semakin berkembang. Lihat saja yang dilakukan remaja Kota Dumai ini. Lelaki berinisial TA (17), warga Jalan Siak, Kelurahan Ratu sima, Kecamatan Dumai Barat ini terpaksa harus berurusan dengan kepolisian karena dirinya terbukti melakukan hubungan suami astri dengan sang pacar berinisial NS (15).
 
Tak tanggung-tanggung, keduanya sudah melakukan hubungan terlarang itu hampir lima kali. Padahal, mereka baru berpacaran sekitar setahun delapan bulan. Dari lima kali perbuatan terlarang itu, tiga kali dilakukan di rumah TA dan sisanya dilakukan di rumah SN saat rumah dalam keadaan sepi tanpa penghuni.
 
Pengakuan TA ketika disidik petugas, perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka seperti juga disebutkan SN yang mengaku bersedia melakukan apa saja sebagai bukti keseriusan hubungannya dengan TA. “Sebelumnya saya pernah tanyakan kalau dia serius berpacaran sama saya. Dia bilang serius. Lalu saya bilang, apa buktinya kalau kamu serius sama aku. Terus dia bilang, aku akan lakukan semua apa yang kamu inginkan,” ungkap TA mengingat pertama kali melakukan hubungan terlarang tersebut dengan NS.
 
Karena merasa keenakan, hubungan tersebut akhirnya terus belanjut sampai lima kali. Hubunbgan layaknya pasangan suami istri yang dilakukan kedua sejoli ini pertama kalinya dilakukan November 2012 lalu. “Enak.. enak gitulah pak,” kata TA kepada Penyidik Polres Dumai.
 
Kepala Satuan Reskrim Polres Dumai, AKP Bayu Wicaksono mengatakan, kasus perzinahan yang dilakukan anak di bawah umur tersebut sebelumnya diketahui dan dilaporkan orangtua NS. Awal kejadian diketahui ketika dia mendengar ada suara mencurigakan dari dalam kamar anaknya. Begitu pintu kamar dibuka, ditemukan keduanya sedang berada dalam kamar dan bersiap melakukan hubungan badan.
 
“Awalnya, orangtua korban curiga dengan suara dari dalam kamar anaknya. Lalu dia mengecek dan menanyakan kepada anaknya NS. Korban yang menyembunyikan keberadaan pelaku mengatakan kalau tidak terjadi apa-apa. Namun orangtuanya tidak percaya begitu saja dan membuka lemari anaknya. Begitu lemari dibuka, terlihat TA berada dalam lemari sedang bersembunyi,” papar AKP Bayu, Jumat (27/4) di Dumai.
 
Atas kejadian tersebut, orangtua korban langsung melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. Petugas langsung mengamankan TA untuk proses penyelidikan. “Kita lakukan penjemputan tersangka dan sekarang sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” katanya.
 
Terhadap perbuatannya, TA terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara, tetapi sebelumnya kita akan sesuaikan dengan peradilan anak, karena pelakunya anak di bawah umur,” tukasnya. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus