Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Kota Pekanbaru Sampai Siang Ini Masih Berselimut Kabut Asap Karhutla

Selasa, 30 Juli 2019

Kabut asap menyelimuti Pekanbaru. (Foto:FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Kota Pekanbaru, Selasa pagi berselimut kabut asap. Asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Staf Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Yasir membenarkan, Pekanbaru diselimuti asap dan membuat jarak pandang (visibilitas) turutn menjadi empat kilometer. 

"Hasil pantauan kami, memang hotspot (titik panas) sudah cukup banyak. Jadi memang terpantau asap di wilayah Pekanbaru," kata Yasir.

Tetapi jarak pandang akan terus membaik menjelang siang. Pukul 08.00 WIB, menurut Yasir, jarak pandang sudah lebih baik sampai lima kilometer. Sejumlah pengendara sepeda motor tampak melengkapi diri dengan masker menyusul menurunnya kualitas udara di kota itu.

Selain Pekanbaru, BMKG menyebut, asap menyelimuti Rokan Hilir, Indragiri Hilir dan Pelalawan. Ketiga wilayah itu merupakan penyumbang titik panas terbanyak di Riau.

Selasa pagi, BMKG menyatakan, secara keseluruhan terdapat 138 titik panas yang mengindikasikan Karhutla di Sumatera. Dari angka itu, 60 titik di antaranya berada di Riau. Pelalawan, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir menyumbang titik panas terbanyak di Riau.

Dia merincikan Kabupaten Pelalawan (30), Indragiri Hilir (15), Rokan Hilir (8). Selain itu titik panas juga terpantau menyebar di Bengkalis dan Indragiri Hulu dua titik, serta masing-masing satu titik di Kampar, Kuansing, Pelalawan.

Dari 60 titik panas, 33 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya Karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen. Pelalawan menyumbangkan 19 titik api, sementara Rokan Hilir dan Indragiri Hilir masing-masing lima titik api. Selanjutnya Bengkalis (2), Kampar (1) dan Indragiri Hulu (1).

Satuan tugas penanggulangan Karhutla Riau hingga hari ini terus berjibaku melaksanakan pemadaman Karhutla di Riau. Gambut yang rusak dan mengering serta sumber air terbatas membuat pemadaman sulit dilakukan. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus