Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Munjadi: Mantan Kadisdikpora Ternyata Terima Rp400 Juta

Sabtu, 27 April 2013


PEKANBARU-Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan sistem pembelajaran multimedia di Kabupaten Bengkalis, H Hazraf Saili disebutkan saksi mahkota, Munjadi M Noor pernah menerima uang sebesar Rp400 juta. Hal itu diungkapkan Munjadi dihadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jumat (26/4).

Menurut Munjadi M Noor kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum, uang Rp400 juta untuk Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bengkalis tersebut diberikan melalui terdakwa Maskur (dituntut terpisah). "Saya memberikan uang itu kepada Maskur. Uangnya sudah dibungkus dan saya minta Maskur menyerahkannya kepada Hazraf Saili," kata M Noor.

Dalam menyerahkan uang itu, terang M Noor, dirinya memang tidak berhubungan langsung dengan Hazraf. "Sebab sepenuhnya saya serahkan ke Maskur. Yang jelas ada saya berikan," katanya dihadapan ketua majelis hakim, I Ketut Suarta SH..

Uang tersebut, kata M Noor merupakan keuntungan yang diperoleh dari proyek bernilai Rp4 miliar. "Keuntungannya mencapai sekitar  Rp1 miliar lebih," ucapnya. Dalam sidang itu juga terungkap, kalau yang kecipratan uang bukan saja terdakwa Hazraf, tapi juga Surya Amal yang dari awal menemani M Noor memenangkan proyek tersebut kebagian uang Rp800 juta. "Jadi dalam keuntungan, saya kebagian lebih kecil dari Surya Amal. Pasalnya dia yang mengurus perusahaan saya PT Semoga Rezeki Zabadi sebagai pemenang," papar M Noor.

Kemudian, Suharizen yang menjabat Kepala Bagian Keuangan Dinas Pendidikan Bengkalis juga kebagian jatah. "Uang untuk Suharizen saya yang memberikannya senilai Rp 100 juta dan itu saya berikan sebagai ucapan terima kasih. Sebab awalnya, Suharizen tidak mau mencairkan anggaran setelah proyek selesai. Tapi, setelah cair baru saya berikan Rp100 juta ke Suharizen," katanya.

Selaian itu, M Noor menjelaskan, terdakwa Maskur yang saat itu menjadi ketua panitia lelang juga menerima uang senilai Rp100 juta. "uang yang diterimanya itu saya yang langsung memberikan di rumahnya di Bengkalis. Sebab Maskur juga berjasa memenangkan perusahan saya dan Maskur yang mengurus proses lelangnya," kata M Noor.

Dikatakan, selama mengurus proyek tersebut dia terus berusaha mendekati Hazraf. Caranya dengan mendatangi Hazraf ke Kantor Disdik Bengkalis. "Hal itu saya lakukan sebagai langkah awal pendekatan. Sebab kata orang, tak kenal maka tak sayang. Tak sayang, maka tak menang," tukasnya.

Atas keterangan M Noor, terdakwa Hazraf kepada Majelis Hakim dan jaksa penuntut dengan tegas membantah. "Saya tidak pernah menerima uang sebesar Rp400 juta dari M Noor. Tidak pernah yang mulia," ungkapnya. Setelah mendengat bantahan terdakwa, I Ketut Suarta langsung menutup sidang dan akan dilanjutkan minggu depan. (trp/bsh)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus