Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Pemprov Riau Anggarkan Dana Pencegahan Karhutla di APBD 2020

Rabu, 10 Juli 2019

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau akan menganggarkan kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

"APBD kita akan datang tidak harus untuk penanggulangan (Karhutla). Tapi juga banyak untuk pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat," kata Gubernur Syamsuar, Rabu siang di Pekanbaru.

Dikatakan, sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, pemerintah pusat berupaya menggerakkan seluruh satuan tugas (Satgas) Karhutla di lima provinsi rawan di Indonesia untuk fokus pada pencegahan dibanding penanggulangan.

Pencegahan Karhutla dilakukan satgas dengan melibatkan unsur masyarakat, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat sampai budayawan. Pencegahan merupakan langkah terbaik mengatasi Karhutla yang menjadi penyakit akut bagi sebagian wilayah Indonesia yang berkontur gambut saat musim kemarau tiba.

"Apa yang disampaikan Pak Doni itu lebih banyak pencegahan. Karena itu lebih bagus daripada penanggulangan," ujar Syamsuar.

Dengan menganggarkan anggaran khusus pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, maka Pemprov Riau kedepan juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian. Kegiatan pencegahan tidak semata memberikan pemahaman membuka atau membersihkan lahan dengan cara bakar, melainkan juga mendorong masyarakat untuk membudidayakan tanaman yang ramah dengan gambut.

Selama ini, masyarakat Riau cenderung beranggapan bahwa sawit lebih menguntungkan. Padahal, ada jenis tanaman yang lebih ramah dengan gambut dengan potensi ekonomi tinggi. "Nanas misalnya, lidah buaya, pinang. Ada tanaman yang lebih cocok di lahan gambut," ujarnya.

Syamsuar berjanji siap membantu masyarakat yang berniat untuk membudidayakan tanaman-tanaman diatas melalui pemberian bantuan peralatan mekanisasi pertanian yang memadai. "Kita Pemda siap membantu," ulasnya.

Sebagian besar lahan di Riau ditutupi lahan gambut. Penanganan gambut yang salah akan membuat tanah organik itu rusak dan rawan terbakar. Syamsuar berharap, mengutamakan upaya pencegahan dibandingkan dengan penanggulangan yang mulai diberlakukan bisa membuahkan hasil dan membantu Riau terbebas dari bencana karhutla yang membelenggu wilayah itu selama 18 tahun terakhir. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus