Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Ratusan Ribu Kendaraan di Riau Ternyata Masih Menunggak Pajak

Jumat, 26 Juli 2019

Razia pajak kendaraan di Pekanbaru. (Foto:Liputan6.com)

PEKANBARU-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau mencatat, sekitar 700.000 lebih pemilik kendaraan tidak menjalankan kewajibannya membayar pajak. Jelang akhir tahun 2019, semua pemilik kendaraan diberi kesempatan untuk melunasinya.

Pelaksana Harian Kabid Pajak Bapenda Provinsi Riau Rudi HS menyebut, ratusan juta rupiah bisa menjadi pemasukan daerah bila wajib pajak taat membayar kewajibannya. Karena itu, pihaknya akan menggelar razia intensif di jalanan sampai akhir 2019.

Dijelaskan, di Riau tercatat dua juta wajib pajak kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat dan kendaraan umum. Dari jumlah itu, baru 1,2 juta wajib pajak yang rutin menunaikan kewajiban. "Sisanya 700.000 lebih kendaraan belum membayar pajak," kata Rudi usai razia pajak kendaraan yang melibatkan polisi lalu lintas di Pekanbaru, Kamis siang.

Terkait razia yang digelar itu, Rudi menyebut, ada 847 unit kendaraan terjaring. Dari jumlah itu, 117 unit di antaranya terbukti melakukan pelanggaran. Sehingga 35 unit ditilang dan 10 unit memilih membayar di lokasi.

"Untuk angkutan umum itu ada enam unit yang melanggar lalu lintas, selanjutnya terkait pelanggaran PKB tahunan 54 unit, pelanggaran lima tahunan 17 unit dan pelanggaran tanpa dokumen kendaraan sembilan unit," terang Rudi.

Terhadap kendaraan terjaring dan tidak bisa membayar pajak langsung di lokasi, pihaknya memberi kesempatan tiga hari untuk melunasinya.

Tidak Berimbang
Di sisi lain, Rudi menyatakan, jumlah kendaraan di Riau selama ini tidak sebanding dengan pajak sebagai pemasukan daerah. Hal ini menjadi perhatian pihaknya karena seharusnya pajak kendaraan menjadi pemasukan dominan.

"Makanya digelar razia ini bekerjasama dengan dinas perhubungan dan kepolisian, nantinya digelar di setiap kabupaten kota di Riau," sebut Rudi.

Bagi kendaraan yang terjaring dan ingin membayar langsung, pihaknya menyediakan mobil Samsat keliling atau bisa menggunakan aplikasi E-Samsat.

Pantauan di lokasi selama razia berlangsung, mulai dari kendraan pribadi, kendaraan dinas hingga angkutan umum diberhentikan petugas di depan Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman. Tak sedikit kendaraan yang berusaha menghindari pemeriksaan petugas dengan cara putar balik sehingga menganggu aktivitas pengguna jalan lain. (*)







Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus