Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Riau Berasap: Bau Menyengat, Jarak Pandang di Pekanbaru Kian Terbatas

Jumat, 13 September 2019

Kondisi Kota Pekanbaru tertutup kabut asap. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Pekanbaru, Riau sampai hari ini. Kepungan asap sudah terjadi sejak 10 hari lalu dan semakin hari kian membahayakan kesehatan masyarakat.

Bau menyengat terasa. Tak hanya itu, jarak pandang juga semakin terbatas dan cukup mengganggu masyarakat. Akibatnya, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga mulai terganggu. Salah satunya jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang tujuan Pekanbaru yang harusnya berangkat pukul 08.30 WIB, harus tertunda hingga pukul 10.00 WIB.

Sejumlah warga mengungkapkan, kabut asap cukup parah sejak 10 hari terakhir. Buktinya, aktivitas sekolah di Pekanbaru dan beberapa daerah lain di Riau mesti diliburkan. "Nafas sesak, mata juga perih akibat asap yang sudah terjadi sejak 10 hari terakhir," ujar Widia, warga Arengka, Pekanbaru kepada FokusRiau.Com, Jumat siang.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya www.bmkg.go.id menyebut kualitas udara Pekanbaru dalam kategori berbahaya. Di laman tersebut tercatat konsentrasi PM 10 pukul 12.22 berada diangka 399,41 μgram/m3.

Dalam klasifikasi BMKG, konsentrasi PM 10 di atas 350 μgram/m3 sudah dalam kategori berbahaya. Sementara angka normal dari PM 10 harusnya berkisar di angka 0-50 μgram/m3.

Sementara angka tertinggi PM 10 di Pekanbaru mencapai 440,10 μgram/m3 yang terjadi sekitar pukul 09.00 pagi di hari ini. Hingga kini belum ada seruan dari pemerintah terkait asap dan udara di Pekanbaru ini. (*)




Penulis: Febridianto
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus