Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Sampai Agustus, Dinas Kesehatan Catat 327 Kasus DBD di Pekanbaru Riau

Minggu, 08 September 2019

Penderita DBD menjalani perawatan. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Kasus demam berdarah (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti terus muncul di Pekanbaru, Riau. Medio Januari hingga Agustus 2019 tercatat 327 kasus DBD muncul.

"Dari 327 kasus, penderita tertinggi di Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 61 kasus, Tampan 57 dan Kecamatan Sukajadi 42 kasus," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Muhammad Amin MSi, akhir pekan lalu di Pekanbaru.

Menurut Amin, untuk menekan kasus DBD, seluruh Puskesmas sudah diminta mengedukasi warga dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi atau sosialisasi tentang PHBS sudah bisa diberikan dengan cara mengundang warga mengikuti serangkaian acara sosialisasi mencegah DBD.

Selain itu, Puskesmas perlu mengetahui kebutuhan untuk menyambut dua musim di antaranya musim hujan yang rawan dengan DBD, serta musim kemarau yang rawan dengan penderita ISPA bersamaan dengan kabut asap melanda kota itu.

"Musim hujankan berpotensi warga terjangkit DBD, dan Puskesmas harus menggencarkan sosialisasi kesehatan lingkungan dan untuk musim panas, kebakaran ada asap, sehingga perlu ditingkatkan sosialisasikan agar warga tidak membakar lahan," ulasnya.

Diterangkan, DBD adalah penyakit menular akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. DBD menyebabkan nyeri sendi dan otot yang membuat tulang terasa retak.

DBD taraf awal menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Sementara demam berdarah yang parah, juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever (demam dengue), dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Untuk penderita DBD berasal dari kecamatan lainnya yakni Kecamatan Marpoyan Damai 35 kasus, Tenayan Raya 29, Bukit Raya 28, Kecamatan Senapelan 17 kasus, Kecamatan Rumbai 16 kasus, Rumbai Pesisir 13, Limapuluh 12, Sail 11 dan Kecamatan Pekanbaru Kota 6 kasus. (*)



 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus