Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Sempat Ricuh, Yakin Kembali Pimpin Koperasi Mahato

Jumat, 26 April 2013


PASIR PENGARAYAN-Rapat anggota tahunan Koperasi Sawit Mahato Bersatu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rohul, Kamis (25/4) berjalan alot. Laporan Pertangung Jawaban Ketua Kopsa Mahato Bersatu, Yakin tidak bisa diterima anggota, karena menilai ada beberapa kejanggalan.

Rapat yang memperoleh pengawalan ketat ratusan polisi dari Mapolres Rohul dihujan interupsi sejumlah anggota. Mediasi Dinas Koperasi dan Perinsdutrian Perdagangan Rohul diwakili Sekretaris, Ismed Harahap dan didampingi Kabid Koperasi, Susryanto bersama Kades Mahato, Anasri akhirnya membuahkan hasil. Rapat akhirnya berjalan tertib dan aman.

Walaupun anggota tidak menerima LPJ pengurus, namun sesuai UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang koperasi yang selama ini menjadi acuan dalam memilih Badan Pengawas KOPSA secara demokratis. Kandidat utama, Yahya Siregar bersama Suwandi bertarung untuk menjadi pemimpin yang akhirnya dimenangkan Suwandi dengan 4 anggota.

Usai terpilih, Ketua BP bersama anggota menyelenggarakan pemilihan untuk ketua umum dan secara aklamasi memilih Yakin yang merupakan ketua lama untuk kembali menjadi Ketua Umum priode 2013-2016.

Yakin terpilih sebagai Ketua Kopsa Mahato Bersatu melalui voting terbuka anggota. Untuk posisi Wakil Ketua dijabat Elfazer, Sekretaris, Beringin Siahaan, Wakil Sekretaris Jenni Kalter dan Bendahara, Safrizal.

Kepala Bidang Koperasi, Susryanto berharap, Yakin bersama pengurus segera menyusun agenda kerja tiga tahun ke depan. Pengurus juga diharapkan lebih transparan dan meningkatkan komunikasi dengan anggota. Soal permintaan audit anggota, karena upah anggota masih Rp80 ribu per bulan, Diskoperindag Rohul tidak bisa ikut campur tangan karena soal audit manajemen merupakan hak anggota.

Sementara Asisten Manager Kemitraan PT Torganda, Domar Pane mengakui, kericuhan beberapa waktu lalu karena kurangnya komunikasi antara pengurus dan anggota. Ke depan diharapkan pengurus bisa lebih terbuka soal manajemen.

Dikatakan, kerjasama pola plasma antara PT Torganda dengan Kopsa Mahato Bersatu telah berjalan sejak 2003 silam, awalnya lebih 4.000 hektare lahan diajukan masyarakat untuk dikelola, tapi realisasinya perusahaan baru sanggup mengelola lebih dari 3.000 hektare saja dan sisanya masih dalam tahap konflik, karena saling klaim antar masyarakat.

"Soal bertambahnya anggota koperasi dari 1.976 orang meningkat jadi 3.000 orang lebih itu juga hak koperasi. Kita selaku bapak angkat, sebatas mengeluarkan hak koperasi setiap bulan. Kita juga tidak bisa ikut campur soal manajemen mereka," kata Domar.

Di sisi lain, Ketua terpilih, Yakin mengatakan, kericuhan hanya salah paham antara anggota dan pengurus. Dia berjanji akan lebih terbuka dan segera menyusun berbagai langkah dalam majukan koperasi dan meningkatkan gaji anggota.

Minimnya pendapatan anggota hingga Rp80.000 per hektare lahan adalah kesalahan, sebab ada pembagian 60 persen 40 persen. Selanjutnya dari 40 persen pola plasma dipotong untuk investasi 35 persen, ekeploitasi 35 persen ditambah cililian hutang Rp24 per hektare.

Sejak kerjasama terbangun tahun 2003 lalu, hutang awal koperasi sekitar Rp49 miliar lebih kepada PT Torganda. Melalui cicilan hutang setiap tahunnya, sisa hutang tersisa sekitar Rp21 miliar lagi dengan rincian Rp24 juta per hektare yang harus dilunasi koperasi. (epi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Selasa, 12 November 2019 - 07:57:10 WIB
      Selasa, 12 November 2019 - 07:31:56 WIB
      Senin, 11 November 2019 - 17:13:35 WIB
      Senin, 11 November 2019 - 17:12:42 WIB
      Senin, 11 November 2019 - 14:13:59 WIB


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus