pemerintah daerah kabupaten siak
Home    

Pansus B DPRD Siak Kebut Pembahasan 3 Ranperda, Syamsurijal: Ranperda MDT Capai 90 Persen
Rabu, 18 April 2018 - 07:19:16 WIB

Pansus B DPRD Siak Kebut Pembahasan 3 Ranperda, Syamsurijal: Ranperda MDT Capai 90 Persen

SIAK-Panitia Khusus (Pansus B) DPRD Kabupaten Siak menargetkan untuk segera merampungkan pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Siak di triwulan kedua 2018. Ketua Pansus B DPRD Siak Syamsurijal menyebut, Pansus B sekarang tengah menggodok tiga Ranperda yang diusulkan untuk segera menjadi Perda. 

Pembahasan Ranperda tersebut sudah mulai dilakukan sejak sebulan lalu. “Kita sudah melakukan pembahasan terhadap tiga Ranperda yang akan dijadikan Perda. Sampai sekarang masih terus berjalan. Dalam waktu sebulan ke depan, semuanya ditargetkan tuntas,” kata Syamsurijal kepada wartawan, Selasa (17/04/2018).

Dijelaskan, dari tiga Ranperda yang dibahas, sekarang sudah ada satu Ranperda yang hampir tuntas dengan progres mencapai 90 Persen. “Tiga Ranperda yang tengah dibahas adalah Ranperda tentang Retribusi Rusunawa, Restribusi Sedotan Kakus dan Ranperda Madrasah Diniyah Ta’miliyah (MDT). Untuk Ranperda MDT sekarang sudah mencapai 90 persen dan tinggal finalisasi serta substansinya,” urai Syamsurijal.

Dikatakannya, mengenai Ranperda Rusunawa, Pansus masih akan terus melakukan pembahasan bersama instansi terkait. Karena Ranperda tersebut belum difitkan apakah nantinya akan diterapkan sistem sewa atau retribusi.

“Terkait Ranperda Rusunawa, kita mau macingkan dengan Perda Pengelolaan Perumahan dan Pemukiman, supaya macing dengan retribusi rusunawa tersebut, karena memang seharusnya Perda ini satu paket di Pansus,” imbuhnya.

Soal retribusi, menurut Syamsurijal, Ranperda harus betul-betul ada stimulasi yang akurat. Karena setelah ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) minimal cash flownya harus seimbang.

“Ranperda khusus retribusi harus betul-betul ada stimulasi akurat. Karena setelah ditetapkan, minimal cas flownya harus seimbang. Kalau nantinya ternyata merugi, tentu tidak efektif. Sementara retribusi adalah salah satu item meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga sikap kehati-hatian kita untuk mengesahkannya mesti lebih. Dalam pengkajian sangat perlu ditinjau kemampuan dan kemauan orang untuk membayar,” tukasnya. (*)



Penulis : Satria Donald
Editor : Boy Surya Hamta






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau
DPRD KABUPATEN SIAK © 2017